Tampilkan postingan dengan label Ayah Ada Ayah Tiada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayah Ada Ayah Tiada. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2015

Ayah Ada Ayah Tiada - Irwan Rinaldi


Salah satu puisi dari Ayah Ada Ayah Tiada - Ayah Irwan Rinaldi

"Tetap Sendiri"
Aku lihat bulan di sela jendela
Aku lihat bulan begitu indahnya
Aku bayangkan andai bulan adalah ayahku
Aku khayalkan andai bulan adalah bundaku
Pastilah aku tidak sendiri jelang tidur ini
Pastilah kami terus berbagi
Pastilah kami saling memeluk mesra
Pastilah kami saling mencium penuh cinta
Tapi aku tetap sendiri saja
Tak bisa bicara tak dapat bercerita
Tak bisa mengungkapkan suka
Tak bisa juga menangis karena duka
-

Ayah Irwan Rinaldi

ADA banyak hal yang mau diceritakan atau ditanyakan anak-anak menjelang tidurnya.
Tentang dunia seharian yang dia lalui atau tentang banyak peristiwa yang sebenarnya
adalah mata pelajaran sekolah kehidupan sesungguhnya. Semuanya itu membutuhkan
ayah atau ibu yang dapat menggiring mereka pada sebuah kesimpulan yang akan
mereka bawa ke dalam tidur dalam. Hanya ayah atau ibu yang bisa melakukannya.
Bukan orang lain!



Ayah Ada Ayah Tiada - Irwan Rinaldi



Salah satu puisi dalam Ayah Ada Ayah Tiada - Ayah Irwan Rinaldi
"Ayah Kemana?"
Kantukku telah tiba
Ayah dan bunda ada dimana
Aku ingin kita bertatap muka
Kenapa setiap hari begini saja
Kantukku telah tiba
Aku kembali bertanya
Kenapa aku dibiarkan tidur sendiri saja
Padahal aku ingin berbagi cerita
Kantukku telah tiba
Tempat tidur yang sepi tanpa cinta
Selimut yang dingin tanpa kata-kata
Bantal dan guling tak bisa bicara
Ayah bunda entah kemana
-
KONON kabarnya kata para ahli bahwa sebaiknya orang tua terutama para ayah untuk
selalu berusaha hadir menjaga dua waktu penting dalam hidup anak-anaknya. Waktu
bangun pagi dan waktu mau tidur. Bahkan saking pentingnya, dua waktu tersebut
sebaiknya tidaklah teralu sering didelegasikan kepada pihak lain, terutama anak-anak
usia dini.
Ketika anak mau tidur, sebaiknya ayah memeriksa tingkah laku apa saja yang dilakukan
anak-anaknya seharian. Biasanya anak-anak akan melaporkan dua jenis saja: tingkah
laku yang paling buruk dan yang paling baik. Kalau buruk maka ayah membenarkannya,
kalau baik maka kuatkanlah hingga tertanam pada pikiran anak-anak.
Ayah Irwan Rinaldi